0

Angka 19 dalam Al Quran

Rabu, 09 Mei 2012
Share this Article on :

Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli.
Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahun-tahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat atau ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19.
Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya :
"Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga). (QS. 74 : 30) Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu'min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan) : "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai perumpamaan?" Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Rabbmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia. (QS. 74:31)"
Hasil penemuannya yang sangat mengejutkan ini pada tahun 1976 telah didemonstrasikan di depan umum ketika diselenggarakan Pameran Islam Sedunia di London. Berikut cuplikan dari sebagian penemuannya tersebut :
1.     Kita mengetahui bahwa setiap surat-surat dalam Quran selalu diawali dengan bacaan 'Basmalah' sebagai statement pembuka, yaitu "Bismillaahirrahmaanirraahiim" (yang artinya : "dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"). Ternyata bacaan 'Basmalah' tersebut (dalam bahasa Arabnya) terdiri dari 19 huruf (atau 19 X 1 ).
  • Bacaan 'Basmalah' terdiri dari kelompok kata : Ismi - Allah - Arrahman - Arrahim. Penelitian menunjukkan jumlah dari masing-masing kata tersebut dalam Quran ternyata selalu merupakan kelipatan angka 19.
    • Jumlah kata 'Ismi' dalam Quran ditemukan sebanyak 19 buah (atau 19 X 1)
    • Jumlah kata 'Allah' dalam Quran ditemukan sebanyak 2.698 buah (atau 19 X 142)
    • Jumlah kata 'Arrahman' dalam Quran ditemukan sebanyak 57 buah (atau 19 X 3)
    • Jumlah kata 'Arrahim' dalam Quran ditemukan sebanyak 114 buah (atau 19 X 6)
    • Apabila faktor pengalinya dijumlahkan hasilnya juga merupakan kelipatan
angka 19, yaitu 1 + 142 + 3 + 6 = 152 (atau 19 X 8).
  • Jumlah total keseluruhan surat-surat dalam Quran sebanyak 114 surat (atau 19 X 6).
  • Bacaan 'Basmalah' dalam Quran ditemukan sebanyak 114 buah (atau 19 X 6), dengan perincian sbb. :
· Sebanyak 113 buah ditemukan sebagai pembuka surat-surat kecuali surat ke-9, sedangkan sebuah lagi ditemukan di surat ke-27 ayat : 30.
· Berbeda dengan surat-surat lain, surat ke-9 memang khusus sengaja tidak diawali bacaan 'Basmalah' karena isinya merupakan ayat-ayat perang. Dalam Surat ke-9 ini kebanyakan pokok pembicaraannya berisi tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin karena pengkhianatan mereka, sebaliknya surat ke 27 terdapat kisah ajakan penyerahan diri Ratu Balqis oleh Sulaiman. Jadi terdapat antagonis antara surat ke-9 dan surat ke-27.
Terjemahan surat ke-27 ayat : 29-31 :
"Ia (Balqis) berkata, Hai pembesar-pembesarku, telah dikirim kepadaku sebuah surat yang berharga. Surat itu dari Sulaiman yang isinya berbunyi : "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". Janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku dengan berserah diri."
· Pada surat ke-27 ayat : 30 tempat ditemukannya bacaan 'Basmalah', kalau bilangan surat dan ayatnya dijumlahkan hasilnya merupakan kelipatan angka 19, yaitu 27 + 30 = 57 (atau 19 X 3 ).
  • Dari point 4 di atas, ditemukan hubungan yang menarik antara surat ke-9 dan ke-27. Surat ke-27 ternyata merupakan surat yang ke-19 jika dihitung dari surat ke-9. Surat ke : 9, 10, 11, ..., 25, 26, 27 urutan surat ke : 1, 2, 3, ..., 17, 18, 19.
  • Dari point 6, apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari surat ke-9 sd. ke-27, (9+10+11+...+25+26+27) maka hasilnya adalah 342 (atau 19 X 18).
8.     Wahyu pertama (Surat ke-96 ayat : 1-5) terdiri dari 19 kata (atau 19 X 1) dan 76 huruf (atau 19 X 4)
  • Wahyu kedua (Surat ke-68 ayat : 1-9) terdiri dari 38 kata (atau 19 X 2).
  • Wahyu ketiga (Surat ke-73 ayat : 1-10) terdiri dari 57 kata (atau 19 X 3).
  • Wahyu terakhir (Surat ke-110) terdiri dari 19 kata (atau 19 X 1), dan ayat pertama dari Surat ke-110 tersebut terdiri dari 19 huruf (19 X 1).
  • Wahyu yang pertama kali menyatakan ke-Esaan Allah adalah wahyu ke-19 (Surat ke-112)
  • Surat ke-96 tempat terdapatnya wahyu pertama, terdiri dari 19 ayat (atau 19X1) dan 304 huruf (atau 19 X 16).Selain itu juga ternyata surat ke-96 tersebut merupakan surat yang ke-19 bila diurut / dihitung mundur dari belakang Quran. surat ke : 114, 113, 112, ..., 98, 97, 96 urutan surat ke : 1, 2, 3, ..., 17, 18, 19.
Bukti-bukti di atas menunjukkan bahwa Quran tersusun dengan perhitungan sistim kunci (interlocking system), sesuai maksud dari surat ke-85 ayat : 20, yang artinya : "Allah telah mengepung / mengunci mereka dari belakang."
  • Dari point 13, apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari surat ke-114 sd. ke-96, (114+113+112+...+98+97+96) maka hasilnya adalah 1995 (atau 19 X 105).
  • Penulis juga menemukan bahwa surat-surat yang memiliki 8 (delapan) ayat dan 11 (sebelas) ayat-lah yang paling banyak terdapat dalam Quran, yakni masing-masing terdiri dari 5 (lima) buah surat. Disusul      kemudian surat-surat yang memiliki 3 (tiga), 19 (sembilan belas), 29 (dua puluh sembilan), 30 (tigapuluh), dan 52 (lima puluh dua) ayat, yang masing-masing terdiri dari 3 (tiga) buah surat. Apabila dijumlahkan ayat-ayat tersebut sesuai dengan kelompoknya maka hasilnya merupakan kelipatan angka 19, yaitu sbb :
surat ke : 94, 95, 98, 99, 102 masing-masing terdiri : 8 ayat;
surat ke : 62, 63, 93, 100,101 masing-masing terdiri : 11 ayat.
Apabila jumlah ayat-ayat dijumlahkan : 8+11 = 19, (19 X 1)
surat ke : 103, 108, 110 masing-masing terdiri : 3 ayat
surat ke : 82, 87, 96 masing-masing terdiri : 19 ayat
surat ke : 48, 57, 81 masing-masing terdiri : 29 ayat
surat ke : 32, 67, 89 masing-masing terdiri : 30 ayat
surat ke : 14, 68, 69 masing-masing terdiri : 52 ayat
Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan : 3 + 19 + 29 + 30 + 52 = 133, (atau 19 X 7).
  • Quran merupakan satu-satunya kitab suci di dunia ini yang memiliki tanda-tanda khusus (initials) berupa huruf-huruf (code letters) atau sebagaimana disebut dalam bahasa Arab "Muqatta-'aat" yang artinya "kata singkatan".
Di dalam Quran terdapat sebanyak 29 (dua puluh sembilan) surat-surat yang diawali dengan 14 (empat belas) macam kombinasi dari 14 (empatbelas) huruf-huruf "Muqatta-'aat".
14 huruf-huruf itu adalah : alif, lam, mim, ra', kaf, ha', yaa', ain, shad, tha', shin, qaf, nun, dan kha'.
14 macam kombinasi huruf adalah :
1. Alif, lam, mim
2. Kha, mim
3. Alif, lam, ro'
4. Alif, lam, mim, ro'
5. Tho', sin
6. Tho', sin, mim
7. Ya', sin
8. Nun
9. Kaf, kha', ya', ain, shod
10. Alif, lam, mim, shod
11. Shod
12. Qof
13. Ain, sin, qof
14. Tho', ha'
29 surat2 itu adalah surat ke : 2, 3, 7, 10 11, 12, 13, 14, 15, 19, 20, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 36, 38, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 50, dan 68. Maka apabila bilangan dari banyaknya huruf, banyaknya kombinasi, dan banyaknya surat dijumlahkan maka hasilnya merupakan kelipatan 19, yaitu 14 + 14 + 29 = 57 (atau 19 X 3).
Tanda-tanda dengan kata singkatan ini, ahli tafsir mempunyai pendapat yang berbeda-beda. Ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk ayat-ayat 'mutasyaabihaat', ada pula yang berpendapat huruf-huruf abjad itu berfungsi untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan bacaan-bacaan dalam Quran. Namun berkat penemuan angka 19 kini terbukalah maksud sesungguhnya dari adanya huruf-huruf "Muqatta-'aat" tersebut, yaitu berfungsi sebagai penjaga keaslian / keautentikan Quran karena berhubungan dengan angka 19, perhatikan demonstrasi berikut :
  • Surat ke-68 diawali huruf 'Nun'. Setelah diteliti jumlah huruf 'Nun' yang terdapat pada surat tersebut (133 = 19 X 7) merupakan kelipatan 19. Berikut terjemahan surat ke-68 ayat 2-6 :
"Nun. Berkat kemuliaan Tuhanmu, engkau (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila, dan sesungguhnya bagimu pahala yang besar, dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur, maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat, siapa di antara kamu yang gila."
  • Surat ke-42 dan surat ke-50 diawali huruf 'Qof'. Setelah diteliti huruf 'Qof' yang terdapat pada kedua surat tersebut sebanyak 114 huruf (57 + 57 = 114 = 19 X 6). Ada yang berpendapat bahwa huruf 'Qaf' ini      singkatan dari kata 'Quran' karena Quran terdiri dari 114 surat. Hal lain yang mengherankan adalah Allah biasanya menyebut kaumnya Nabi Luth dengan kalimat "Qaumu Luuth" yang ditemukan sebanyak 12 kali dalam Quran, namun pada surat ke-50 ayat 13, sebutan tersebut berganti menjadi "Ikhwanu Luuth"yang artinya "saudara-saudaranya Nabi Luuth". Tampaknya Allah sengaja menghilangkan unsur 'Qaf' dalam kalimat tersebut agar jumlah huruf 'Qaf' dalam Quran tetap berkelipatan 19, sebab jika tidak diganti maka jumlahnya bertambah menjadi 115. Berikut terjemahan surat ke-50 ayat : 1-2 :
"Qaaf, demi Al Quran yang sangat mulia, mereka tercengang lantaran datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir : "Ini sesuatu perkara yang amat aneh"."
  • Surat ke-42 diawali huruf 'Ain', 'Sin', dan 'Qof'. Setelah diteliti jumlah total ketiga huruf tersebut pada surat ke-42 (98 + 54 + 57 = 209 = 19 X 11) merupakan kelipatan 19.
  • Surat ke-36 diawali huruf 'Ya', dan 'Sin'. Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surat ke-36 (237 + 48 = 285 = 19 X 15)merupakan kelipatan 19.
  • Surat ke-13 diawali huruf 'Alif', 'Lam', 'Mim', dan 'Ro'. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-13 (605 + 480 + 260 +137 = 1482 = 19 X 78) merupakan kelipatan 19.
  • Surat ke-7 diawali huruf 'Alif', 'Lam', 'Mim', dan 'Shod'. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-7 (2529 + 1530 + 1164 + 97 = 5320 = 19 X 280) merupakan kelipatan 19.
  • Surat ke-19 diawali huruf 'Kaf', 'Kha', 'Ya', Ain, dan 'Shod'. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-19 (137 + 175 + 343 + 117 + 26 = 798 = 19 X 42) merupakan kelipatan 19.
  • Surat ke-7, 19, dan 38 diawali huruf 'Shod'. Total jumlah huruf 'Shod' dalam ketiga surat tersebut (97 + 26 + 29 = 152 = 19 X 8 ) ternyata merupakan kelipatan 19.
Ada hal yang menarik, yakni pada surat ke-7 ayat 69 ditemukan kata
'basthatan' (jika dieja terdiri dari huruf ba', shod, tho', ta'). Padahal
lazimnya kata tersebut haruslah dieja dengan huruf ba', sin, tho', ta'
(contohnya pada surat ke-2 ayat 247). Menurut
riwayat, pada saat turunnya ayat 69 tersebut Jibril menyuruh Nabi Muhammad
menuliskan kata 'basthatan' dengan huruf shod, namun unsur huruf 'shod' itu
tetap harus dibaca sebagai huruf 'sin', dan hal ini ditandai dengan huruf
sin tersebut ditempatkan sebagai huruf kecil di atas huruf 'shod'. Tampak
sekali bahwa Allah memberi tambahan huruf 'shod' agar jumlahnya dalam Quran
menjadi berkelipatan 19, sebab jika tidak maka jumlahnya berkurang menjadi
151.
Berikut terjemahan surat ke-7 ayat 69 :
"Apakah kamu (tidak percaya) dan heran ketika datang kepadamu peringatan
dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di
antaramu untuk memberi peringatan kepadamu ? Dan ingatlah ketika Allah
menjadikan kamu sebagai angkatan pengganti sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan
Tuhan telah 'melebihkan' kekuatan tubuh dan perawakanmu."
  • Surat ke-40 s/d ke-46 diawali huruf 'Ha' dan Mim.
Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surat-surat tersebut
merupakan kelipatan 19.
Surat ke-40 64 380
Surat ke-41 48 276
Surat ke-42 53 300
Surat ke-43 44 324
Surat ke-44 16 150
Surat ke-45 31 200
Surat ke-46 36 225 +
92 + 1855 = 2147 (atau 19 X 113 )
  • Surat ke-10, 11, 12, 14, dan 15 diawali huruf 'Alif', 'Lam', dan 'Ro'.
Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan
kelipatan19.
Surat ke-10 1319 + 913 + 257 = 2489 19 X 131
Surat ke-11 1370 + 794 + 325 = 2489 19 X 131
Surat ke-12 1306 + 812 + 257 = 2375 19 X 125
Surat ke-14 585 + 452 + 160 = 1197 19 X 63
Surat ke-15 493 + 323 + 96 = 912 19 X 48
27. Surat ke-2, 3, 29, 30, 31, dan 32 diawali huruf 'Alif', 'Lam', dan
'Mim'.
Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan
kelipatan19.
Surat ke-2 4502 + 3202 + 2195 = 9899 19 X 521
Surat ke-3 2521 + 1892 + 1249 = 5662 19 X 298
Surat ke-29 774 + 554 + 344 = 1672 19 X 88
Surat ke-30 544 + 393 + 317 = 1254 19 X 66
Surat ke-31 347 + 297 + 173 = 817 19 X 43
Surat ke-32 257+ 155 + 158 = 570 19 X 30
28. Surat ke-19 diawali huruf kaf, ha', ya', ain, dan shod.
Surat ke-20 diawali huruf tho' dan ha'.
Surat ke-26 diawali huruf tho', sin, dan mim.
Surat ke-27 diawali huruf tho' dan sin
Surat ke-28 diawali huruf tho', sin, dan mim.
Maka perhatikanlah hubungan yang sangat menarik berikut ini :
'Ha' 'Tho' 'Sin' Mim
Surat ke-19 175 --- --- ---
Surat ke-20 251 28 --- ---
Surat ke-26 --- 33 94 484
Surat ke-27 --- 27 94 ---
Surat ke-28 --- 19 102 460 +
426 + 107 + 290 + 944 = 1767 (19 X 93)
29.Keistimewaan angka 19 dalam ilmu matematik dikenal sebagai salah satu
'bilangan prima' yakni bilangan yang tak habis dibagi dengan bilangan
manapun kecuali dengan dirinya sendiri. Keistimewaan tersebut menunjukkan
salah satu sifat Allah yakni 'Maha Esa'. Angka 19 terdiri dari angka 1 dan
9, dimana angka 1 merupakan bilangan pokok pertama dan angka 9 merupakan
bilangan pokok terakhir dalam sistem perhitungan kita. Keistimewaan tersebut
menunjukkan sifat Allah yakni Maha Awal dan Maha Akhir (Surat ke-57 ayat :
3). Bahwa angka 19 adalah kode matematik yang melatar belakangi komposisi
literer Quran, suatu fenomena
unik yang tiada duanya yang sekaligus membuktikan bahwa Quran adalah wahyu
Illahi, bukan karya manusia. Otak manusia tidak akan mampu mencipta karya
literer yang tunduk pada suatu kode matematik yang sekaligus membawa tema
utamanya. Apalagi mengingat turunnya wahyu secara berangsur-angsur, dengan
bahagian-bahagian surat yang acak tidak berurutan, disesuaikan dengan
peristiwa-peristiwa yang melatarbelakanginya.
Selanjutnya angka 19 dapat berfungsi sebagai pemeliharaan keutuhan Quran.
Angka 19 dapat digunakan untuk mencek apakah dalam sebuah kitab Quran
terdapat suatu kesalahan atau tidak, dengan cara menghitung kata-kata
krusial yang jumlahnya dalam Quran multiplikatif dengan angka 19, kemudian
membagi angka hasil hitungan dengan 19, maka akan terlacaklah ada atau
tidaknya suatu kesalahan.
sumber http://gratis45.com/islam/alquran/loi-angka19.htm



Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

HAY FRIENDS.....! Bagi temen2 yang mau memberi masukan, kritik ato saran silahkan beri komentar pada blog ini... Trimakasih...